top of page

pranaas Group

Public·31 members
Boris Ilyin
Boris Ilyin

Senyawa Polar Dan Nonpolar.pdf [REPACK]



Tanaman daun sirih (piper betlle L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan pada jaman nenek moyang dulu sebagai campuran inang, sabun, dan bumbu masakan. Daun sirih tersebut banyak mengandung metabolik sekunder yang mempunyai aktifitas sebagai obat. Dalam daun sirih mengandung komponen senyawa kimia yang dapat diisolasi dan mempunyai efek atau aktifitas tertentu terhadap pengobatan (antikanker, antimikroba dan radikal bebas).Penelitian ini menerangkan isolat yang mempunyai struktur kimia yang bertanggungjawab terhadap aktifitasnya dengan cara proses ekstraksi (maserasi), fraksinasi (kromatografi cair vakum), identifikasi (KLT preparatif, densitometry dan GC-MS). Hasil yang diperoleh berupa isolat non polar, semipolar dan polar dari fraksi heksana.Isolat tersebut di identifikasi dengan KLT, TLC scanner dan GC-MS. Hasil yang diperoleh isolat nonpolar: Alkana (9,43%); alkohol (1,34); asam karboksilat (2,57); turunan fenol (32,09); furan (0,16) dan terpena (2,21), Isolat semipolar: alkana (7,77); alkohol (1,25); aldehide (2,88); turunan fenol (31,96); furan (0,26) dan terpena (0,64) sedangkan isolat polar: alkana (10.03); alkohol (2,73); asam karboksilat (14,10); benzopiren (30,73); turunan fenol (26,32) dan organo sulfur (4,20). Senyawa yang mempunyai aktifitas adalah komponen fenol; kavikol, eugenol (non polar dan semipolar); cinamomil klorida (polar) dan senyawa terpena: geraniol, citronella propionate (non polar); cis-pinene (semipolar).




Senyawa Polar Dan Nonpolar.pdf



Ikatan ionk adalah ikatan yang terbentuk antara ion positif dengan ion negatif. Ikatan ionik juga dapat dikatakan sebagai ikatan yang terbentuk antara unsur logam dengan non logam. Dengan demikian, untuk mengenali senyawa dengan ikatan ionik, kita perlu meninjau unsur-unsur penyusunnya terlebih dahulu berhubungan dengan sifat logam dan logamnya.


Ikatan kovalen terjadi karena penggunaan bersama pasangan elektron. Ikatan kovalen umumnya terjadi antara unsur nonlogam dengan non logam. Bagaimana dengan sifat kepolarannya. Senyawa dengan ikatan kovalen akan bersifat polar jika memiliki struktur molekul yang asimetris (tidak simetris). Pada molekul polar akan terdapat sisi molekul yang kaya elektron (kutub negatif) dan sisi elektron yang miskin elektron (kutub positif). Juga molekul dengan ikatan kovalen akan bersifat non polar apabila bersifat simetris.


CH2Cl2polarbentuk molekulnya tidak simetrisatom pusat (C) mengikat dua jenis atom yang berbeda (H dan Cl)PCl3polarbentuk molekulnya tidak simetrisatom pusat (P) masih memiliki sepasang elektron bebasnotasi VSEPR: AX3EH2Spolarbentuk molekulnya tidak simetrisatom pusat (S) masih memiliki dua pasang elektron bebasnotasi VSEPR: AX2E2


CH4non polarKarena bentuknya simetris (tetrahedral)Karbon mengikat 4 atom yang sama (H)HBrpolarKarena bentuknya tidak simetrisBr lebih lektronegatif dibanding HNH3polarKarena bentuknya tidak simetrisNitrogen masih memiliki sepasang elektron bebasCH3ClpolarKarena bentuknya tidak simetrisatom C tidak mengikat 4 atom yang sama


  • Jangan sampai tertukar, ada nama yang mirip:Trigonal bipiramida,simetris, atom pusat tidak memiliki pasangan elektron bebas, dan bersifat nonpolar.Contoh: PCl5

  • Trigonal piramida,Tidak simetris, atom pusat memiliki 1 pasang elektron bebas, dan bersifat polar.Contoh: NH3



Dimetil sulfoksida (DMSO) adalah suatu senyawa organosulfur dengan rumus kimia (CH3)2SO. Cairan tidak berwarna ini adalah pelarut aprotik polar penting yang larut baik dalam senyawa polar dan nonpolar serta larut pula dalam berbagai pelarut organik seperti air. Senyawa ini memiliki titik leleh yang relatif tinggi. DMSO memiliki sifat yang tidak biasa yang banyak individu melihatnya sebagai rasa seperti-bawang putih di mulut setelah kontak dengan kulit.[2]


Dalam hal struktur kimia, molekul tersebut memiliki simetri Cs. Senyawa ini memiliki geometri molekul trigonal piramida konsisten dengan senyawa tiga koordinat S(IV) lainnya,[3] dengan sebuah pasangan elektron tak-berikatan pada sekira atom sulfur tetrahedral.


DMSO adalah suatu pelarut polar aprotik dan kurang toksik dibandingkan anggota lain dari kelas ini, seperti dimetilformamida dan HMPA. DMSO sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi kimia yang melibatkan garam, terutama reaksi Finkelstein dan substitusi nukleofilik lainnya. Hal ini juga banyak digunakan sebagai ekstraktan dalam biokimia dan biologi sel.[9] Karena DMSO hanyalah asam lemah, ia mentolerir basa yang relatif kuat dan dengan demikian telah banyak digunakan dalam studi karbanion. Serangkaian nilai pKa non-berair (keasaman C-H, O-H, S-H dan N-H) bagi ribuan senyawa organik telah ditentukan dalam larutan DMSO.[10]


DMSO dapat terurai pada suhu didih 189 C pada tekanan normal,[29] kemungkinan mengakibatkan ledakan. Dekomposisinya dikatalisis oleh asam dan basa dan karena itu dapat relevan pada suhu yang lebih rendah.[29] Sebuah reaksi ledakan yang kuat juga terjadi dalam kombinasi dengan senyawa halogen, logam nitrida, logam perklorat, natrium hidrida, asam periodat dan agen pengfluorinasi.[29][30]


Kali ini Anda akan mempelajari salah satu senyawa yang ada di dalam kimia. Senyawa ini adalah adalah jenis yang berbeda dengan senyawa polar yang juga terdapat di bab kimia. Berikut ini pembahasannya!


Di dalam Encyclopedia Britannica, ini merupakan jenis senyawa yang di dalam kimia yang tidak memiliki muatan listrik besi dan memiliki susunan simetris. Artinya, muatan negatif dan positif di dalam non polar sama sehingga saling menghilangkan.


Alhasil, tidak akan ada penumpukan dari muatan positif maupun negatif di suatu sisi senyawa. Hal itu akhirnya menjadi alasan kenapa senyawa ini tidak memiliki polaritas atau tidak memiliki kutub negatif maupun kutub positif.


Perbedaan senyawa non polar dan polar sendiri ada pada momen dipol mereka. Senyawa polar akan memiliki momen dipol bernilai lebih besar dari nol, sedangkan non polar memiliki nilai yang sama dengan nol. Momen dipol sendiri memiliki arti sebagai hasil kali antara muatan dan juga jarak.


Sebagai cara mudahnya, semua senyawa yang memiliki perbedaan elektronegativitas 0 sudah pasti merupakan jenis non polar. Sedangkan jika perbedaan elektronegativitasnya berada di bawah 0,4, pastinya itu adalah senyawa polar.


Sebagai informasi tambahan, beberapa contoh senyawa polar adalah Hidrogen Fluorida (HF), Hidrogen Fluorida (HCI), Hidrogen Bromida (HBr), Ammonia (NH3), Kloroetana (CH3CI), dan juga Fosfor triklorida (PCI3).


Itulah pembahasan mengenai senyawa non polar. Kini Anda sudah bisa memahami apa sebenarnya pengertian dari senyawa ini. Anda juga bisa mempelajari ciri-ciri dari senyawa kimia ini agar semakin mudah mengidentifikasinya. (R10/HR-Online)


Pemisahan komponen sampel pada fase normal dan fase terbalik dilakukan berdasarkan polaritas. Pada jenis HPLC ini, fase diamnya bersifat polar dan fase geraknya bersifat non polar. Dengan demikian, komponen sampel yang bersifat lebih polar akan berinteraksi lebih kuat dengan fase diam (polar) sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati kolom dibandingkan dengan komponen sampel yang bersifat kurang polar.\


Fase diam yang digunakan biasanya berisikan silika murni atau gugus senyawa organik seperti amino atau siano yang terikat pada basis silika. Sedangkan fase geraknya biasanya merupakan senyawa non polar seperti heksana atau heptana yang sedikit dicampur dengan senyawa polar seperti metanol, etanol, ataupun isopropanol.


Sesuai namanya, jenis HPLC ini merupakan kebalikan dari HPLC Fase Normal. Pada jenis ini, fase diam yang digunakan bersifat non-polar dan fase geraknya bersifat polar. Pemisahan terjadi karena komponen sampel yang bersifat kurang polar akan melewati kolom lebih lama dibandingkan komponen sampel yang bersifat lebih polar.


Fase diam yang digunakan pada fase ini biasanya merupakan hidrokarbon alkil non polar seperti rantai C-8 atau C-18 yang terikat pada basis silika. Kolom C18 atau Oktadesil Silika (ODS) merupakan jenis yang paling populer digunakan dalam HPLC. Fase gerak yang kerap digunakan pada fase terbalik adalah campuran air dengan pelarut polar lain seperti Metanol, Asetonitril, atau Tetrahidrofuran.


Dalam bidang farmasi, HPLC dapat digunakan untuk menguji stabilitas obat, uji disolusi, serta quality control. Sedangkan pada industri makanan dan minuman, HPLC dapat digunakan pada beragam analisis seperti untuk analisis keberadaan senyawa polisiklik, analisis kadar gula dan pengawet, atau pengukuran kualitas minuman ringan dan air. 350c69d7ab


https://soundcloud.com/kaubunzoere1970/old-bittorrent-download-best

https://soundcloud.com/belyaevsbfud/neural-dsp-gojira-free-crack-mac

About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...
bottom of page